Jumat, 04 Juni 2010

DEMI

Nama : ICA ALMA
Nim : 2007112089

TEMA : Perjuangan seorang anak untuk mewujudkan harapan orangtuanya.

Amanat : Walaupun sudah tidak ada seorang ayah tetapi kita harus tetap berjuang dan semangat untuk mewujudkan keinginannya untuk membahagiakan atau mewujudkan harapan orangtuanya atau kelurganya.


DEMI

Imam adalah anak laki-laki satu-satunya didalam keluaganya. Imam mempunyai saudara perempuan yang cantik-cantik, Imam adalah anak bungsu didalam keluarganya, saudara-saudara perempuannya, apalagi ayah Imam sangat sayang dengan Imam dibandingkan saudara-saudara perempuan Imam. Maklum Imam anak laki-laki satu-satunya dikeluarganya. Saudara-saudara perempuannya sudah lulus semua dari SMA, tetapi saudara-saudara perempuannya itu tidak ada yang melanjutkan keperguruan tinggi, hanya Imamlah yang melanjutkan kesebuah perguruan tinggi yang terletak di Palembang. Sebenarnya orang tua Imam ingin melanjutkan semua anaknya keperguruan tinggi, tetapi orang tua Imam tidak mempunyai uang yang cukup untuk menguliahkan semua anaknya.
Ayah imam manginginkan Imam menjadi anak yang pintar dan sukses supaya kelak bisa membahagiakan ibu dan saudara-saudaranya atau kelurganya, dan ayah Imam tidak ingin Imam mengalami penderitaan seperti yang dirasakan kelurganya saat ini (ingin kuliah tetapi tidak punya biaya).
Ayah Imam menderita penyakit kanker otak yang ganas, yang divonis dokter umurnya tidak akan bertahan lama lagi, bahkan walaupun dioperasi belum tentu bisa sembuh karena penyakit kanker otak yang diderita ayah Imam sudah cukup parah. Jujur kelurga Imam tidak mempunyai biaya untuk biaya operasi. Dan kelurganya Imam tau walaupun dioperasi hasilnya tidak menjamin untuk sembuh. Ayah Imam cuma bisa menahan rasa sakit dengan obat-obatan yang diberikan dokter.
Sebenarnya, keluarga Imam tidak tega melihat ayahnya yang berkondisi lemah karena menderita penyakit kanker otak yang ganas itu, tetapi apa mau dikata mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencari uang agar ayahnya bisa dioperasi. Untuk biaya kuliah Imam saja kadang-kadang bayarannya tersendat-sendat apalagi untuk biaya operasi yang begitu mahal.
Akhirnya keluarga Imam memutuskan untuk memberhentikan Imam kuliah karena keluarga Imam ingin menabung untuk biaya operasi yang tidak menjamin kesembuhan walaupun operasinya nanti dilakukan. Apalagi saat ini Imam membutuhkan biaya untuk membayar semesterannya, karena hanya Imamlah ditempat kuliahnya yang belum membayar, tetapi niat kelurga Imam didengar ayah Imam, tentu saja ayah Imam tidak menyetujui kalau “anak emasnya” itu diberhentikan kuliah. Bahkan ayah Imam rela tidak dioperasi dari pada Imam berhenti kuliah. Ayah Imam berkata kepada Imam
Ayah :Imam anakku, kamu harus belajar yang rajin dan jangan sampai mengecewakan ibu dan saudara-saudaramu atau kelurgamu, kamu harus menjadi orang yang sukses.
Imam : (Imam hanya menangis dan menundukkan kepalanya berkali-kali tanpa mengucapkan apa-apa dari mulutnya).
Ayah Imam berkata lagi kepada ibu Imam dan saudara-saudara Imam atau keluarganya :
Ayah : Tolong turuti apa kemauan ayah! Lanjutkan kuliah Imam, jangan diberhentikan dukung terus Imam kalau ia ingin menuju jalan kesuksesan.
(Keluarga Imam juga tidak berkata apa-apa semuanya menangis sambil menundukkan kepala berkali-kali yang berarti akan melaksanakan atau setuju dengan apa yang dikatakan ayah Imam.
Akhirnya didalam rumah yang sederhana itu terdengar suara teriakan tangisan kesedihan. Ternyata ayah Imam itu sedah dijemput oleh Allah, rupanya perkataan ayah Imam itu merupakan kata terakhir atau pesan terakhir yang diucapkannya pada keluarganya.
Singkat cerita Imam tidak henti-hentinya belajar untik mewujudkan harapan orang tuanya. Tentunya tidak mudah menjalankan pesan ayahnya karena semasa kuliahnya Imam selalu menahan untuk makan atau jajan dikantin yang harganya makanannya mahal-mahal itu. Imam hanya jajan dipinggir-pinggir pagar yang harga makanannya murah-murah atau lumayan bisa dijangkaunya. Bukan makanan saja tetapi baju-baju atau pakaian kuliah Imam tidak begitu banyak seperti yang dimiliki teman-temannya.
Walaupun Imam tergolong orang yang sederhana tetapi Imam sangat berprestasi ditempat kuliahnya bahkan Imam mendapatkan beasiswa dari tempat kuliahnya, sehingga Imam mempunyai banyak teman yang menyayanginya. Itulah yang membuat semangat Imam untuk tambah lebih giat lagi belajar, selain teman-teman Imam yang menyayanginya keluarganya Imam juga mati-matian untuk mencari biaya agar Imam bisa cepat selesai kuliah dan menjadi orang yang sukses seperti yang diharapkan ayah dan kelurganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar